Ilmu Sejarah – Proses Masuknya Agama Islam

By | October 10, 2019

Cerminan proses masuknya agama Islam ke Indonesia merupakan ulasan utama yang hendak dipaparkan dengan lengkap pada postingan berikut. Ada pula sub ulasan tentang sesi masuknya agama Islam ke Indonesia yang hendak di bahas di dalam modul pelajaran Sejarah ialah bagaikan berikut:

  1. Proses masuknya agama Islam di Indonesia.
  2. Sumber fakta masuknya agama Islam di Indonesia.

Mudah- mudahan ulasan ini bisa menaikkan pengetahuan serta pengetahuan kamu didalam mengenali proses masuknya agama Islam di Indonesia dan sumber fakta masuknya agama Islam di Indonesia serta jadi portal rujukan tugas, skripsi ataupun makalah untuk para pelajar di segala daerah tanah air Indonesia ataupun mancanegara.

Masuknya Islam ke Indonesia belum bisa dikenal secara tentu, sebab sumber- sumber sejarah tidak terdapat yang secara tentu melaporkan perihal tersebut. Tetapi bagi sumber terkuat merupakan kalau pada abad ke 7, pedagang- pedagang islam dari Asia Barat( Arab serta Persia) sudah hingga ke Indonesia.

Pada dikala itu, kerajaan yang populer di Indonesia merupakan Kerajaan Sriwijaya, yang bagi orang dagang Islam diucap dengan Zabag ataupun Sribuza. Di samping itu, para orang dagang dari Gujarat( India) sudah menjalakan ikatan dagang dengan Malaka serta sebagian Kepulauan Indonesia.

Bersumber pada realitas itu, bisa diperkirakan kalau pengaruh Islam sudah masuk ke Indonesia lebih dini dari pada yang diprediksi banyak orang. Setidak- tidaknya orang Gujarat lebih dini menerima pengaruh Islam serta mereka membawanya ke Indonesia lewat aktivitas pedagangan.

Dibawah ini merupakan#5 fakta yang bisa dipergunakan buat membenarkan masuknya Islam di Indonesia merupakan ialah bagaikan berikut:

  1. Pesan Raja Sriwijaya

Salah satu fakta kokoh tentang masuknya Islam ke Indonesia dikemukakan oleh Profesor. Dokter. Azyumardi Arza dalam bukunya“ Jaringan Ulama Nusantara”. Dalam novel itu, Azyumardi mengatakan kalau Islam sudah masuk ke Indonesia pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Pengakuan terhadap kebesaran khalifah( pemimpin umat Islam sejagat) dibuktikan dengan terdapatnya 2 pucuk pesan yang dikirimkan oleh Maharaja Sriwijaya kepada khalifah Bani Umayyah. Pesan awal dikirim kepada Muawiyah bin Abu Sofyan( Teman nabi Muhammad SAW) serta pesan kedua dikirim kepada Umar bin Abdul Aziz( khalifah Bani Umayyah, cucu Umar bin Khattab).

Pesan awal ditemui dalam suatu dewan( kantor kearsipan) Bani Umayyah. Pendahuluan pesan itu berbunyi:

“ Dari Raja Angkatan laut(AL) Hind( Raja Hindu) yang kandang binatangnya berisikan 1000 gajah serta yang istananya dibuat dari emas serta perak, yang dilayani gadis raja- raja serta yang mempunyai 2 sungai besar yang mengairi tumbuhan gaharu, kepada Muawiyah, pemimpin orang- orang Islam..”

Pesan kedua dikirim pada tahun 718 Meter oleh Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman kepada khalifah umat Islam, ialah Umar bin Abdul Aziz. Isi pesan itu merupakan permintaan Raja Srindravarman kepada Umar bin Abdul Aziz buat mengirimkan seorang yang dapat mengarahkan Islam. Potongan pesan tersebut merupakan:

“ Dari Raja Diraja, yang merupakan generasi 1000 Raja, yang istrinya merupakan cucu 1000 Raja, yang didalam kandang bnatangnya ada 1000 gajah, yang di wilayahnya ada 2 Sungai yang mengairi tumbuhan gaharu, bumbu- bumbu wewangian, pala serta kapur barus yang semerbak wanginya sampai menjangkau jarak 12 mil, kepada pemimpin orang- orang Islam( Umar bin Abdul Aziz) yang tidak menyekutukan tuhan- tuhan lain tidak hanya Tuhan. Aku sudah mengirimkan kepada kamu hadiah yang tidak begitu banyak, namun hanya ciri persahabatan. Aku mau kamu mengirimkan kepada aku seorang yang bisa mengarahkan Islam kepada aku serta menarangkan kepada aku tentang hukum- hukumnya.”

2 tahun setelah itu, ialah tahun 720 Meter, Raja Srindravarman masuk Islam. Sriwijaya Jambi diganti namanya jadi Sribuza Islam.

  • Cerita Marcopolo

Pada tahun 1092 Meter, Marcopolo seseorang musafir dari Venesia(( Italia) singgah di Perlak serta sebagian tempat di Aceh bagian utara. Marcopolo lagi melaksanakan ekspedisi dari Venesia ke negara Cina. Dia menggambarkan kalau pada abad ke 11, Islam sudah tumbuh di Sumatra bagian utara. Dia pula menggambarkan kalau Islam sudah tumbuh sangat pesat di Jawa.

  • Cerita Ibnu Battutah

Pada tahun 1345 Meter, Ibnu Battutah mendatangi Samudra Pasai. Dia menggambarkan kalau Sultan Samudra Pasai sangat baik terhadap ulama serta rakyatnya. Di samping itu, dia menggambarkan kalau Samudra Pasai ialah kesultanan dagang yang sangat maju. Di situ, Ibnu Battutah berjumpa dengan para orang dagang dari India, Cina serta para orang dagang dari Jawa.

  • Makam Sultan Malik Angkatan laut(AL) Saleh

Makam Sultan Malik Angkatan laut(AL) Saleh yang berangka tahun 1297 ialah fakta kalau Islam sudah masuk serta tumbuh di wilayah Aceh pada abad ke 13. Mengingat Malik Angkatan laut(AL) Saleh merupakan seseorang sultan, hingga bisa diperkirakan kalau Islam sudah masuk ke wilayah Aceh jauh saat sebelum Malik Angkatan laut(AL) Saleh mendirikan Kesultanan Samudra Pasai.

  • Makam Fatimah binti Maimun

Bersumber pada hasil riset sejarah sudah ditemui suatu makam Islam di Leran, Gresik. Pada batu nisan dari makam tersebut tertulis nama seseorang perempuan, ialah Fatimah binti Maimun serta angka tahun 1082 Meter. Maksudnya, bisa ditentukan kalau pada akhir abad ke 11 Islam sudah masuk ke Indonesia. Sehingga dengan demikian, bisa diprediksi kalau Islam sudah masuk serta tumbuh di Indonesia saat sebelum tahun 1802 Meter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *