Pola Belajar Efektif Dari Rumah Di Masa Pandemi Covid-19

Pola Belajar Efektif Dari Rumah

Di masa Pandemi Covid-19, guru dituntut mampu untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah. Kebijakan social distancing yang dikeluarkan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 di kalangan siswa, membuat siswa harus mengikuti proses belajar dari rumah. Hal ini yang menjadi tantangan bagi guru untuk mampu menciptakan pola belajar efektif dari rumah.

Mengapa harus menciptakan pola belajar efektif dari rumah?

Akhir-akhir ini, proses pembelajaran di rumah yang diselenggarakan oleh guru banyak sekali menuai kritikan. Fenomena yang muncul di masyarakat adalah siswa yang stress karena beratnya tugas yang diberikan oleh gurunya tidak diimbangi dengan pemberian waktu pengerjaan tugas yang cukup. Tidak ada interaksi antara guru dengan siswa selama belajar dari rumah karena guru cenderung memberikan tugas tanpa memberikan feedback kepada siswa. Guru hanya fokus pada pemberian soal tanpa diimbangi dengan penjelasan bagaimana siswa menyelesaikan soal tersebut. Bahkan ada guru yang hanya memberikan tugas menyalin atau merangkum materi di buku.

Fenomena-fenomena tersebut terjadi karena guru belum mampu menciptakan pola belajar efektif dari rumah. Pola belajar efektif yang dimaksud adalah pola pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dilakukan dengan rasa senang.

Bagaimana menciptakan pola belajar efektif dari rumah?

Pembelajaran dari rumah, untuk sebagian besar guru di Indonesia merupakan hal yang baru. Hal ini yang membuat mereka terkesan tidak siap untuk melaksanakannya. Selain itu, masih banyak guru yang tingkat kompetensi dalam hal teknologi informasi dan komunikasi (TIK) masih rendah. Berdasarkan pemetaan yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan teknologi Informasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dari 28 ribu guru, hanya 46% guru yang memeliki kemampuan TIK level 1(Keterangan: Level 1 merupakan level terendah kompetensi TIK guru berdasarkan sistem UNESCO. Pada level ini, guru sudah memiliki literasi teknologi, informasi, dan komunikasi. Level 2, guru sudah mampu mengoperasikan dan mengaplikasikannya dengan mudah. Level 3, guru sudah mampu membuat konten sendiri. Level 4, guru sudah mampu menjadi trainer.).

Berikut beberapa tips bagi guru agar mampu menciptakan pola belajar efektif dari rumah.

1) Mulai memperdalam kompetensi TIK.

Pembelajaran jarak jauh akan sangat identik dengan penggunaan TIK. Bagi guru yang belum menguasai TIK, mau tidak mau harus sudah mulai belajar sedikit demi sedikit. Intinya adalah kemauan untuk belajar. Seperti kata pribahasa, di mana ada kemauan di sana pasti ada jalan.

Banyak tempat bagi yang bisa digunakan guru untuk belajar TIK. Guru dapat memanfaatkan laman pencarian google, ketika menemukan kesulitan mengenai TIK atau jika malas membaca, guru bisa memanfaatkan Youtube untuk mencari video-video mengenai TIK. Sekarang ini, sudah jutaan video tutoril yang ada di Youtube. Atau guru dapat mengikuti pelatihan-pelatihan secara online.

Ketika kompetensi TIK guru sudah meningkat, maka tahapan pertama untuk menciptakan pola belajar efektif sudah dapat dilalui.

2) Membuat rencana pembelajaran jarak jauh.

Walaupun pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh, guru wajib membuat rencana pembelajaran. Hal ini bertujuan agar proses pembeajaran dari rumah yang diselenggarakan bisa berjalan dengan lancar.

Dalam rencana pembelajaran tersebut, guru harus benar-benar mempertimbangkan dengan matang mengenai materi yang akan diberikan, cara menyampaikan materi, tugas yang harus dikerjakan, serta waktu yang diperlukan siswa untuk menyelesaikan tugas.

Selama ini, fenomena siswa stress karena tugas yang berat dan kurangnya waktu dalam mengerjakan tugas terjadi karena guru tidak membuat perencanaan pembelajaran dari rumah yang baik.

3) Manfaatkan platform belajar jarak jauh yang sudah ada.

Saat ini, banyak sekali platform belajar jarak jauh. Mulai yang gratis sampai yang berbayar. Mulai yang sederhana sampai ke yang rumit. Guru tinggal memanfaatkan platform-platform tersebut dalam pembelajaran di rumah.

Misalkan, ketika guru ingin menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka secara online (virtual meeting), guru dapat menggunakan aplikasi meeting online seperti: Whatsapp, Zoom, Google Meet, Skype, Facetime, Slack, ataupun Cisco Webex. Semua aplikasi meeting tersebut bisa digunakan secara gratis.

Ketika guru ingin membuat kelas online (e-learning), guru dapat memanfaatkan Google Classroom, Moodle, Edmodo, dan Schoology. Atau guru bisa memanfaatkan website-website yang menyediakan fitur belajar online secara gratis.

4) Berikan hiburan yang edukatif.

Ketika belajar sendirian di rumah, tidak jarang siswa akan merasa bosan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk bisa menyisipkan hiburan dalam proses pembelajaran. Misalkan siswa diberikan kuis online dengan memanfaatkan quizziz, kahoot, online quiz creator, help teaching, atau poll maker. Selain itu, guru juga bisa memberikan permainan edukatif seperti pembuatan teka teki silang online melalui discovery education atau crossword labs.

Selain itu, kita bisa mencari video-video animasi yang mendidik dan menyenangkan melalui Youtube yang dapat dijadikan hiburan bagi siswa disela-sela belajarnya.

4) Lakukan interaksi dengan siswa selama proses pembelajaran.

Keberadaan guru sebenarnya sangat penting bagi siswa. Meskipun sumber belajar bisa ditemukan dengan mudah secara online, namun bimbingan guru masih sangat diperlukan oleh siswa. Oleh karena itu, selama proses pembelajaran dari rumah, lakukan interaksi dengan siswa. Interaksi bisa dilakukan melalui grup WA, Google Classroom, Telegram, maupun aplikasi berkirim pesan lainnya.

Dengan adanya interaksi ini, siswa akan merasa diperhatikan oleh guru walaupun melaksanakan pembelajara secara online dari rumah.

5) Berikan umpan balik (feedback) terhadap tugas yang diselesaikan siswa.

Dalam pembelajaran tatap muka di kelas, kita sering memberikan feedback kepada siswa. Ketika di kelas, kita dengan leluasa dapat menggunakan berbagai macam feedback, mulai dari yang tertulis maupun tidak tertulis.

Tujuan utama dari feedback adalah pemberian motivasi bagi siswa. Dalam pembelajaran jarak jauh, pemberian feedback sangat penting agar siswa dapat termotivasi mengerjakan tugas, meskipun tidak diawasi oleh guru atau orang tua. Dengan feedback, siswa akan merasa tugas yang dikerjakan dihargai oleh gurunya.

Kesimpulan

Menciptakan pola belajar efektif dari rumah, sangat penting bagi guru di masa Pandemi Covid-19. Kunci utama agar dapat melakukannya adalah kemauan untuk belajar. Ketika guru sudah memiliki kemauan untuk belajar dan menerapkan lima tips di atas, maka guru menemukan sendiri pola belajar efektif dari rumah.

Penulis:
I Gusti Lanang Gede Putra Astawa, S.Pd.SD
SD Negeri 1 Semarapura Tengah
Jl. Untung Surapati No. 11, Semarapura, Bali
No WA: 082340573763
Email: nanggusde@gmail.com

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *