Menu
Berbagi Pengetahuan ®

Penilaian Formatif : Model dan Panduan Lengkap

  • Share
Penilaian Formatif Pdf

Penilaian Formatif merupakan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dalam suatu proses pembelajaran sehingga siswa memperoleh umpan balik dari guru dengan tujuan memperbaiki capaian belajarnya.

Ada dua jenis penilaian formatif yaitu penilaian untuk pembelajaran (assesment for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assesment as learning).

Penilaian untuk pembelajaran (assesment for learning). assessment for learning adalah proses mengumpulkan data/informasi/bukti-bukti mengenai sejauh mana (seberapa baik) kemajuan peserta didik dalam menguasai kompetensi, menginterpretasikan data/informasi tersebut, dan memutuskan kegiatan pembelajaran yang paling efektif bagi peserta didik agar dapat menguasai materi/kompetensi secara optimal.

Penilaian sebagai pembelajaran (assesment as learning) yaitu proses penilaian yang dilakukan pendidik yang memungkinkan peserta didik melihat capaian dan kemajuan belajarnya untuk menentukan target belajar, misalnya dalam bentuk penilaian diri atau penilaian antarteman.

Penilaian formatif berbeda dengan penilaian sumatif. Penilaian sumatif dilaksakanan pada akhir pembelajaran satu atau beberapa kompetensi dasar. Hasil penilaian sumatif digunakan untuk membuat keputusan apakah seorang peserta didik dapat melanjutkan atau tidak dapat melanjutkan ke kompetensi berikutnya, naik kelas atau tidak, dan lulus atau tidak lulus. Hasil penilaian sumatif diperhitungkan dalam pengolahan nilai pada buku rapor. Selain itu, hasil penilaian sumatif juga dapat dipakai untuk memutuskan tujuan dan kegiatan pembelajaran berikutnya.

Prinsip-Prinsip Penilaian Formatif

Sejumlah prinsip yang melandasi pelaksanaan penilaian formatif, diantaranya:

  1. penilaian formatif terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung;
  2. melibatkan peserta didik dalam pelaksanaannya (misalnya melalui penilaian diri, penilaian antar-teman, dan refleksi metakognitif terhadap proses belajarnya);
  3. berkenaan tidak hanya dengan kemajuan penguasaan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, tetapi juga motivasi belajar, sikap terhadap pembelajaran, gaya belajar, dan kerjasama dalam proses pembelajaran.

Teknik Penilaian Formatif

Ada banyak teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh (mengelisitasi) informasi/data mengenai kemajuan penguasaan kompetensi peserta didik baik pada ranah sikap, pengetahuan, maupun keterampilan yang dapat dipakai dalam penilaian formatif.

1. Observasi (Pengamatan)

Saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, observasi dapat dilakukan oleh pendidik untuk mengetahui apa yang sudah dan belum dikuasai oleh peserta didik dalam hal sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.

Pendidik dapat mengetahui apa yang telah dan/atau belum dikuasai oleh peserta didik melalui apa yang dikatakan, dilakukan, dan dihasilkan oleh peserta didik.

Terdapat beberapa bentuk instrumen yang dapat digunakan oleh para pendidik untuk mendapatkan data mengenai kemajuan peserta didik: (a) Catatan Anekdot, (b) Buku Catatan Anekdot, (c) Kartu Catatan Anekdot, dan (d) Label atau Catatan Tempel (Sticky Notes).

a. Catatan Anekdot

Catatan anekdot merupakan catatan singkat yang ditulis selama pelajaran di saat para peserta didik sedang bekerja dalam kelompok maupun secara individual, ataupun setelah pelajaran usai. Pendidik membuat catatan mengenai kemajuan peserta didik menuju pencapaian target belajar. Catatan yang dibuat dapat menggambarkan kemajuan peserta didik secara umum dan/atau secara individual.

  1. Catatan anekdot memiliki beberapa fitur:
  2. Menerangkan tanggal, tempat dan waktu berlangsungnya kejadian, dan siapa observernya.
  3. Melukiskan peristiwa yang faktual dan obyektif.
  4. Pencatatan dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung atau setelah selesai kegiatan belajar mengajar sebagai hasil refleksi pendidik.
  5. Bersifat selektif, dipilih peristiwa yang penuh arti dan ada hubungannya dengan target pembelajaran.
  6. Diberikan solusi, tindak lanjut, atau umpan balik dari kejadian yang terjadi pada peserta didik.

Contoh:
Seorang pendidik baru saja membelajarkan peserta didiknya tentang nama-nama sejumlah alat olahraga. Salah satu kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik adalah menjodohkan nama-nama alat olahraga dengan gambarnya. Selama mengerjakan kegiatan belajar tersebut, pendidik berkeliling kelas mengamati peserta didiknya. Pendidik mendapati seorang peserta didik menjodohkan nama-nama alat olahraga dengan gambarnya.

b. Buku Catatan Anekdot

Buku catatan anekdot adalah buku yang berisi lembar-lembar isian observasi yang dibagi menjadi beberapa bagian untuk masing-masing peserta didik. Dengan buku catatan anekdot, seluruh observasi mengenai seorang peserta didik secara individual berada dalam 1 (satu) buku dan dapat memberikan gambaran mengenai pembelajaran peserta didik selama periode tertentu. Fitur-fitur buku catatan anekdot pada dasarnya sama dengan fitur-fitur pada catatan anekdot.

c. Kartu Catatan Anekdot

Kartu catatan anekdot adalah kartu catatan berukuran 12,5 cm x 17,5 cm untuk masing-masing peserta didik yang disimpan dalam satu map. Pencatatan dapat dilakukan pada saat proses kegiatan belajar berlangsung atau setelah proses kegiatan belajar mengajar usai sebagai hasil refleksi pendidik.

d. Label atau Catatan Tempel (Sticky Notes)

Pendidik dapat membawa sebuah papan jalan (clipboard) dengan selembar label atau setumpuk sticky notes, lalu melakukan observasi sambil berjalan mengelilingi kelas.

Sticky notes memiliki beberapa fitur:

  1. Berbentuk stiker atau label,
  2. Melukiskan peristiwa yang faktual dan obyektif,
  3. Berisi peristiwa penting dan selektif,
  4. Penulisan dapat dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung atau diakhir proses pembelajaran, dan
  5. Label-label ditempel dalam buku observasi.

Sebagaimana halnya catatan anekdot, buku cacatan anekdot dan kartu catatan anekdot, sticky notes dapat digunakan untuk mencatat perkembangan peserta didik dalam hal sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan data yang diperoleh dari proses pengamatan di kelas.

2. Penilaian Teknik Bertanya (Questioning)

Jawaban peserta didik terhadap pertanyaan pendidik dapat memberikan gambaran yang baik tentang kemajuan penguasaan kompetensi mereka. Pertanyaan harus dirumuskan dan disampaikan dengan baik oleh pendidik kepada peserta didik secara lisan. Peserta didik diberi waktu yang cukup untuk berpikir, mengingat apa yang telah dipelajari. Pertanyaan pendidik tidak saja menjadikan pendidik mengetahui sampai di mana peserta didik telah menguasai kompetensi yang dituju, tetapi juga membantu peserta didik belajar. Pertanyaan biasanya disampaikan secara lisan pada awal, tengah, atau akhir pelajaran.

Tingkat kesulitan dan/atau jenis pertanyaan yang diberikan hendaknya bervariasi, dan menyertakan pertanyaan yang tidak sekedar menuntut ingatan akan sekumpulan fakta atau angka, tetapi pertanyaan yang mendorong pelibatan proses kognitif tingkat tinggi (higher order thinking skills).

3. Diskusi

Diskusi di kelas bisa memberikan banyak informasi mengenai penguasaan peserta didik terhadap konsep-konsep yang dipelajari. Diskusi membangun pengetahuan dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Diskusi memungkinkan peserta didik untuk meningkatkan wawasan dan kedalaman pemahaman mereka sekaligus meluruskan informasi yang salah.

Pendidik dapat memulai diskusi dengan memberikan pertanyaan terbuka untuk para peserta didik, kemudian menilai pemahaman peserta didik dengan mendengarkan jawaban mereka dan dengan membuat catatan anekdot.

4. Exit/Admit Slips

a. Exit Slips

Exit Slips adalah jawaban tertulis atas pertanyaan yang diberikan pendidik pada akhir pelajaran untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep inti. Pertanyaan biasanya hanya membutuhkan maksimal 5 menit untuk diselesaikan dan dikumpulkan saat peserta didik meninggalkan ruangan. Pendidik dapat dengan cepat mengetahui mana peserta didik yang sudah paham, yang membutuhkan sedikit bantuan, dan yang akan membutuhkan pembelajaran yang lebih banyak mengenai konsep tersebut.

Contoh:

Sebelum mengakhiri pelajaran Bu Ninik memberi dua nomor soal cerita kepada peserta didik kelas 2 dan peserta didik diberi waktu 4 menit untuk menyelesaikan soal.

Empat menit kemudian Bu Ninik meminta para peserta didik untuk mengumpulkan lembar kerja yang tadi dibagikan. Bu Ninik mengoreksi pekerjaan peserta didik. Peserta didik yang betul semua boleh meninggalkan kelas, sedangkan yang masih belum benar diberi kesempatan untuk memperbaiki sampai peserta didik tersebut dapat menjawab semuanya dengan benar.

b. Admit Slips

Admit Slips hampir sama dengan Exit Slips, perbedaannya Admit Slips dilakukan sebelum pembelajaran di kelas dimulai. Peserta didik dapat diminta untuk menuliskan komentar pada sebuah kartu di awal pembelajaran. Kartu-kartu ini dikumpulkan sebagai syarat untuk masuk ke kelas dan biasanya tidak dinilai serta tidak diberi nama. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui tanggapan peserta didik tentang apa yang mereka pelajari atau yang akan ditemui di dalam kelas, serta mengaktifkan pengetahuan awal mereka atau menghubungkan apa yang telah mereka ketahui dan pelajari. Exit Slips dan Admit Slips dapat digunakan pada semua mata pelajaran.

5. Lembar Catatan Belajar Peserta didik

a. Lembar refleksi

Lembar refleksi digunakan oleh peserta didik untuk mencatat proses yang mereka lalui dalam mempelajari sesuatu dan apa yang mereka peroleh, sekaligus mencatat pertanyaan-pertanyaan yang perlu mereka temukan jawabannya. Refleksi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membuat hubungan antara apa yang mereka sudah pelajari, menentukan tujuan, dan melakukan refleksi terhadap proses belajar mereka.

Dengan membaca lembar refleksi peserta didik, pendidik memperoleh umpan balik terhadap keefektifan proses pembelajarannya, dan dapat menyampaikan umpan balik mengenai apa yang sudah dilakukan dengan baik oleh peserta didik serta saran untuk hal-hal yang perlu diperbaiki. Dengan demikian pendidik dapat menjadikan lembar refleksi sebagai sebuah alat yang efektif untuk pembelajaran.

Contoh:

Pekan ini bu Ninik membelajarkan pengertian tentang konsep pecahan dengan cara membuat sup buah. Anak-anak diberi tugas untuk membawa buah dari rumah masing-masing. Dari sini anak-anak mengenal konsep pecahan dilanjutkan dengan penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. Sebagai penguatan pendidik memberikan lembar kerja.

Setelah anak-anak selesai mengerjakan lembar kerja, pendidik membagikan lembar refleksi pembelajaran.

b. Lembar Tanggapan Peserta didik

Lembar tanggapan peserta didik merupakan lembar isian bagi peserta didik untuk menuliskan respons pribadi mereka untuk mengajukan pertanyaan, meramalkan hasil, melakukan refleksi atau perenungan, mengumpulkan kosakata, dan untuk menyatakan pikiran atau pendapat mereka mengenai bacaan tertentu. Pendidik dapat menggunakan lembar tanggapan peserta didik sebagai penilaian formatif. Gambar 7 menyajikan contoh lembar tanggapan peserta didik yang diisi setelah seorang peserta didik kelas II yang baru saja menyelesikan membaca sebuah buku bergambar. Pada lembar tanggapan tersebut peserta didik menuliskan nama-nama tokoh ceritanya, tokoh yang disukai beserta alasannya, dan gambar tokoh cerita. Selain itu, peserta didik juga memberi penilaian terhadap buku yang dibacanya dengan mewarnai bintang.

6. Penilaian Diri dan Penilaian Antarteman (Self- dan Peer-Assessment)

Penilaian Diri dan Penilaian Antarteman menjadikan peserta didik mengevaluasi dirinya sendiri atau teman sekelasnya mengenai kemajuan belajarnya dan melakukan refleksi atas proses pembelajaran mereka. Pendidik dapat memeriksa hasil penilaian diri peserta didik maupun penilaian antar teman untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik.

7. Latihan Presentasi

Latihan presentasi sebaiknya dilakukan beberapa hari sebelum tanggal presentasi yang sesungguhnya. Peserta didik berlatih presentasi di depan teman-teman sekelas mereka. Dengan mendengarkan peserta didik latihan presentasi, pendidik dapat dengan mudah menentukan tingkat pemahaman peserta didik mengenai konsep-konsep yang penting sekaligus mengetahui perkembangan keterampilan menyajikan gagasan mereka berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Pendidik memberikan komentar mengenai aspek positif dari presentasi dan menyarankan perbaikan yang dapat dilakukan guna meningkatkan kualitas dari presentasinya.

8. Peta Konsep

Penilaian formatif dapat dilakukan dengan meminta peserta didik membuat representasi visual, misalnya peta konsep. Dari representasi visual yang dibuat peserta didik, pendidik dapat menilai seberapa baik pemahaman peserta didik mengenai konsep tertentu.

9. Penilaian Kinestetik

Penilaian Kinestetik adalah penilaian yang memasukkan unsur gerak untuk menunjukkan pemahaman mereka mengenai sebuah topik atau konsep. Meskipun biasanya jenis penilaian ini berhubungan dengan bidang seni, misalnya menari dan memainkan alat music atau PJOK, misalnya dribbling bola basket dan memberikan serve bola voli, penilaian kinestetik juga bisa digunakan dalam bidang pelajaran lainnya untuk memberikan gambaran kepada pendidik mengenai pemahaman dan kesalahpahaman peserta didik mengenai sebuah konsep. Penilaian kinestetik merupakan cara yang baik untuk menambah keragaman pada penilaian terhadap pembelajaran yang terjadi di dalam kelas.

10. Papan Bicara

Pendidik dapat meminta peserta didik menuliskan jawaban atas pertanyaan lisan atau tertulis pada papan kecil/kertas karton berukuran sekitar 35×50 cm dengan spidol. Ketika peserta didik telah menuliskan jawabannya, mereka diminta untuk mengangkat papan kecil/kertas karton mereka. Pendidik dapat menentukan siapa yang dapat menjawab dengan tepat dan yang masih membutuhkan bantuan. Pendidik bisa langsung memberikan perbaikan (umpan balik) pada peserta didik yang jawabannya belum tepat.

11. Kuis Konstruktif

Untuk menilai perkembangan peserta didik dalam penguasaan kompetensi, pendidik dapat memberikan kuis konstruktif. Kuis ini diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Kuis konstruktif tidak hanya memberikan umpan balik bagi pendidik, tapi juga bisa membantu peserta didik merefleksikan penguasaan mereka atas kompetensi yang dipelajari.

Setelah peserta didik selesai menuliskan jawaban mereka, pendidik meminta peserta didik menyerahkan lembar jawab bagian kiri, dan memegang lembar jawab bagian kanan. Selanjutnya pendidik mengajak peserta didik bersama-sama memeriksa jawaban. Berdasarkan jawaban peserta didik terhadap pertanyaan pada kuis, pendidik dapat menentukan status setiap peserta didik dalam kaitannya dengan target pembelajaran (penguasaan materi/kompetensi) dan langsung memberikan umpan baliknya. Demikian juga dengan para peserta didik, dapat dengan cepat menilai perkembangan dirinya sendiri.

12. Penilaian Penugasan

Penilaian formatif dapat dilakukan pendidik dengan cara memberi tugas yang dapat dikerjakan peserta didik sebagai pekerjaan rumah (PR). Tugas tersebut dapat dikerjakan secara individu atau kelompok. Dari hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh peserta didik, pendidik dapat mengetahui perkembangan peserta didik dalam menguasai materi/kompetensi secara kelompok atau individu. Selanjutnya pendidik memberi umpan balik dan merancang pembelajaran yang tepat untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.

13. Daftar cek

Daftar cek kelas merupakan salah satu teknik untuk mengumpulkan informasi mengenai pemahaman peserta didik selama satu bab pembelajaran. Sebelum memulai satu bab baru, pendidik membuat daftar semua keterampilan yang perlu dikuasai oleh peserta didik. Dalam tabel, daftar nama peserta didik ditulis di sebelah kiri dan keterampilan pada bagian atas. Tabel dipasang pada papan dan di letakkan di tempat yang mudah dijangkau. Selama peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran, pendidik mengamati dan memberi tanda centang pada keterampilan yang ditunjukkan oleh peserta didik dengan tingkat kemahiran yang diinginkan.

14. Jawaban Bersama

Pendidik dapat meminta peserta didik untuk menjawab serangkaian pertanyaan secara bersama-sama. Apabila pendidik ingin mengetahui tingkat pemahaman peserta didik secara cepat. Dengan memperhatikan jumlah dan isi jawaban peserta didik dengan seksama, pendidik akan mendapat gambaran apakah peserta didik telah memahami dengan baik apa yang peserta didik pelajari di kelas. Selain itu, jawaban bersama mendorong semua peserta didik untuk aktif terlibat dalam proses penilaian.

15. Contoh dan Bukan Contoh

Pendidik meminta peserta didik untuk memberikan contoh dan bukan contoh dari sebuah topik yang sedang dibahas. Contoh dan bukan contoh memberikan pendidik informasi mengenai tingkat pemahaman peserta didik. Misalnya, selama pembelajaran tentang sumber-sumber energi, peserta didik diminta memberi contoh sumber energi terbarukan dan contoh bukan energi terbarukan. Selama peserta didik mempelajari suatu bab tentang campuran dan senyawa dalam pelajaran IPA, peserta didik diminta untuk memberi contoh dan bukan contoh campuran, serta menjelaskan alasan mereka untuk mengkategorikan setiap contoh dan bukan contoh.

16. Tunjuk Lima Jari

Ketika pendidik ingin segera mengetahui kemajuan penguasaan peserta didik di tengah-tengah pelajaran, tunjuk lima jari adalah salah satu teknik yang dapat digunakan. Berikan sebuah pertanyaan kepada peserta didik dan mintalah mereka menunjukkan tingkat kepahaman mereka dengan menggunakan isyarat jari. Peserta didik menunjukkan satu jari jika mereka masih tidak yakin apakah mereka memahami suatu materi dan memerlukan tambahan penjelasan. Jika mereka merasa sudah mulai memahami materi tersebut, mereka bisa menunjukkan tiga atau empat jari. Peserta didik yang sepenuhnya telah memahami materi menunjukkan lima jari. Dengan cara ini pendidik memperoleh informasi mengenai kemajuan penguasaan peserta didik terhadap materi dan memungkinkan pendidik untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran.

17. Menyebutkan hal-hal yang sudah dipelajari

Pada pertengahan pembelajaran suatu bab, pendidik dapat meminta peserta didik membuat daftar materi yang telah mereka pelajari dalam bab tersebut. Pendidik kemudian mengumpulkan dan membaca daftar-daftar tersebut untuk mendapatkan gambaran tentang sampai mana peserta didik menguasai materi tersebut. Pendidik dapat mencermati bagian-bagian yang masih belum dipahami sehingga dapat diperbaiki secara langsung atau pada pertemuan berikutnya.

18. Uraian Singkat

Uraian Singkat adalah teknik penilaian formatif yang cepat dan memungkinkan pendidik untuk menyimpulkan tingkat penguasaan peserta didik dalam suatu topik pembelajaran. Pendidik memberikan sebuah pertanyaan kepada peserta didik dan meminta mereka menjawabnya. Kemudian pendidik menjelaskan bahwa mereka mempunyai waktu yang sangat singkat (biasanya satu menit) untuk menuliskan jawaban mereka. Untuk itu, pendidik harus memastikan bahwa pertanyaan yang disampaikan dapat dijawab dalam waktu singkat. Pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dapat membuat peserta didik merefleksikan penguasaan materi dan menghubungkannya dengan kehidupan mereka masing-masing. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dapat meliputi pertanyaan-pertanyaan yang menghendaki proses kognitif baik tingkat rendah maupun tingkat tinggi.

19. Ringkasan Singkat

Pendidik meminta peserta didik untuk membuat ringkasan singkat dari materi yang telah mereka pelajari akan memberikan informasi mengenai pemahaman peserta didik mengenai materi tersebut. Kedalaman ringkasan-ringkasan yang dibuat peserta didik akan menunjukkan tingkat pemahaman mereka mengenai materi tersebut dan memberikan arah untuk rencana pembelajaran selanjutnya.

20. Pertanyaan dengan Jawaban Terbuka

Pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban terbuka memungkinkan pendidik untuk menentukan perkembangan capaian belajar peserta didik. Pendidik memberi pertanyaan yang tidak bisa dijawab hanya dengan ‘ya’ atau ‘tidak’ atau jawaban satu kata lainnya. Pertanyaan terbuka mengharuskan peserta didik berpikir tentang jawaban mereka dan menggunakan pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai sebuah topik dalam jawaban mereka. Pertanyaan-pertanyaan dengan kata ‘mengapa’ sering mendorong pemikiran yang lebih mendalam.

21. Penilaian Teknik Memecahkan Masalah

Pendidik menunjukkan sebuah masalah kepada peserta didik secara individu atau kelompok dan meminta mereka memecahkannya. Peserta didik dapat menyatakan jawaban/solusi terhadap masalah secara lisan atau tertulis. Jawaban/solusi mereka dapat menunjukkan tingkat penguasaan mereka terhadap materi yang sedang dipelajari. Jawaban/solusi yang dikemukakan peserta didik memberikan petunjuk tentang jenis kegiatan pembelajaran yang dibutuhkan pada pelajaran selanjutnya.

22. Penilaian Kartu Jawaban

Ada banyak kegunaan kartu jawaban di dalam kelas. Pendidik memberikan sebuah pertanyaan dan meminta peserta didik untuk menjawab dengan mengangkat kartu jawaban mereka. Kartu jawaban yang paling umum adalah pertanyaan dengan jawaban ‘YA’ atau ‘TIDAK’. Peserta didik diberi dua macam kartu jawaban. Satu kartu dengan kata ‘YA’ dan lainnya dengan kata ‘TIDAK’. Setelah diberikan satu pertanyaan, peserta didik menjawab dengan mengangkat kartu jawaban mereka. Pendidik mencermati seluruh kelas dengan singkat, dan memberikan penilaian terhadap pemahaman mereka.

23. Pertanyaan-Pertanyaan yang Dibuat oleh Peserta didik

Peserta didik diminta untuk membuat pertanyaan dan menuliskan kemungkinan jawabannya. Peserta didik harus memikirkan pertanyaan apa yang akan menunjukkan pemahaman mendalam mengenai suatu topik. Ketika peserta didik telah selesai membuat pertanyaan dan menulis jawaban, pendidik meminta mereka mengumpulkannya, kemudian pendidik membaca pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut untuk mendapatkan gambaran tentang sejauh mana peserta didik menguasai sebuah topik. Pendidik menggunakan pertanyaan pemulai sebagai pembuka diskusi kelas atau mintalah peserta didik bertukar lembar pertanyaan yang mereka buat. Peserta didik kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan mengembalikannya kepada peserta didik pembuat pertanyaan yang dinilai. Peserta didik umumnya senang berperan sebagai pendidik. Doronglah peserta didik untuk memberikan masukan yang positif dan deskriptif kepada temannya yang telah menjawab pertanyaan-pertanyan yang mereka buat.

Semua teknik penilaian formatif di atas, sebetulnya merupakan teknik-teknik penilaian berbasis kelas yang dapat dimasukkan dalam kategori penilaian tertulis, penilaian lisan, penilaian sikap, atau penilaian kinerja (praktik, produk, proyek, dan portofolio) yang sifatnya lebih sederhana, tidak harus dilakukan secara formal dengan alat ukur atau instrumen yang standar seperti pada penilaian sumatif, dan pelaksanaannya terintegrasi dengan pembelajaran. Hasil penilaian sebagian besar dilakukan melalui proses observasi yang perlu langsung ditindaklanjuti dengan cara memberikan umpan balik kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi yang diharapkan.

Selengkapnya Buku Model Penilaian Formatif Pada Pembelajaran Abad Ke 21 Untuk Sekolah Dasar bisa diunduh melalui link berikut: Unduh

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *